ASKEB v (KEBIDANAN KOMUNITAS)

Mata kuliah                             : ASKEB V (KEBIDANAN KOMUNITAS)

Kode mata kuliah                    : BD. 305

Beban studi                             : 4 SKS ( T:1, P:3 )

Waktu pembelajaran               : 30 menit

Pertemuan ke                                      : II ( Dua )

Dosen pengajar                       : SUSI SUSANTI

Pokok bahasan                        : Mengidentifikasi masalah kebidanan komunitas

Sub pokok bahasan                 : 1. Unsafe abortion

2. BBLR

3. Tingkat kesuburan

 

4. Pertolongan  persalinan oleh tenaga non kesehatan

 

5. PMS

 

6. Perilaku dan sosial budaya yang berpengaruh pada

                                                      Pelayanan kebidanan komunitas

 

Tujuan Instruksional Khusus:

Setelah mengikuti mata kuliah Kebidanan Komunitas, mahasiswa mampu menjelaskan permasalahan di kebidanan komunitas .

  1. Unsafe abortion
  2.  BBLR
  3. Tingkat kesuburan
  4. Pertolongan  persalinan oleh tenaga non kesehatan
  5. PMS
  6. Perilaku dan sosial budaya yang berpengaruh pada Pelayanan kebidanan komunitas

Referensi

  1. Pudiastuti, Ratna Dewi,SST  2012. Buku Ajar Kebidanan Komunitas. Yogyakarta: Nuha Medika
  2. Dwi Maryanti, Majestika. Buku Ajar Kesehatan Reproduksi Teori Dan Praktikum. 2009. Yogyakarta. Nuha medika
  3. Manuaba, Ida Bagus.2008 Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: Buku Kedokteran.

 

PENDAHULUAN

Pelayanan kebidanan komunitas : upaya yang dilakukan Bidan untuk pemecahan terhadap masalah kesehatan Ibu dan Anak Balita dalam keluarga dan masyarakat.

Pelayanan kebidanan professional yang ditujuhkan pada masyarakat dengan penekanan pada kelompok resiko tinggi dalam upaya pencapaian derajat kesehatan yang optimal melalui pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan, menjamin keterjangkauan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dan melibatkan klien sebagai mitra dalam perencanaan, pelaksana dan evaluasi pelayanan kebidanan.

URAIAN MATERI

MENGIDENTIFIKASI MASALAH KEBIDANAN KOMUNITAS.

  1. Unsafe abortion

Definisi menurut WHO, 1998: presedur melakukam terminasi  (pegertian) kehamilan yang tidak diinginkan (unwanted pregnancy) oleh tenaga kurang terampil (medis/non medis) alat tidak memenuhi syarat kesehatan dan lingkungan tidak memenuhi.

 

 

 

  1. Ciri-ciri unsafe abortion
    1. Dilakukan oleh tenaga medis / non medis
    2. Kurangnya pengetahuan baik pelaku ataupun tenaga pelaksana
    3. Kurangnya fasilitas dan sarana
    4. Status illegal.
    5. Alasan wanita tidak menginginkan kehamilan
      1. Alasan kesehatan : tidak cukup sehat untuk hamil
      2. Alasan psikologi : ibu tidak sendirian, tidak ingin  punya anak lagi
      3. Kehamilan di luar nikah
      4. Masalah ekonomi : menambah anak akan menambah beban ekonomi
      5. Masalah sosial : khawatir akan adanya penyakit keturunan
      6. Kehamilan akibat korban perkosaan
      7. Kegagalan permakaian alat kontrasepsi
    6. Peran bidan dalam mencegah unsafe abortion
      1. Pendidikan seks
      2. Bekerjasama dengan tokoh agama dalam penndidikan agama
      3. Pendidikan SDM
      4. Penyuluhan abortion dan bahayanya
    7. Kebijakan DEPKES untuk mencegah komplikasi/ kematian akibat arbortus
      1. Mencegah kehamilan tak diinginkan melalui program KB , pendidikan kesehatan reproduksi, moral dan agama
      2. Legalisasi abortus karena alasan medis
      3. Mengembangkan APK (asuhan Pasca Keguguran)
    8. Dampak unsafe abortion
      1. Dampak sosial : biaya lebih banyak , dilakukan secara sembunyi-sembunyi
      2. Dampak kesehatan : aburtus tidak lengkap (incomplete abortio) yang bisa menyebabkan nyeri pelvis sampai pendarahan terus menerus. Sepsi yaitu infeksi yang eksistensif sampai seluruh tubuh
      3. Dampak psiokogis : trauma
    9. Agar arborsi aman
      1. Informed consent
      2. Harus sesuai standar operasional prosedur (SOP)
      3. Dilakukan di RS atau klinik yang ditunjuk
      4. Dilakukan oleh pekerjaan kesehatan yang terlatih daan pengalaman melakukan oborsi
      5. Pelaaksanaan menggunakan alat-alat kedokteran yang layak
      6. Dilakukan dalam kondisi bersih (steril dan tidak tercemar kuman)
      7. Dilakukan < 3 bulan setelah menstruasi terakhir

 

  1. BBLR ( Berat Badan Lahir Rendah)
  1.  Dalam BATASAN BBLR
    1. Bayi lahir rendah deengan berat lahir < 2500 gram tanpa memandang masa kehamilan
    2. Berat lahir adalah berat lahir yang ditimbang dalam 1 jam setelah lahir
    3. Untuk keperluaan bidan di desa berat lahir ditimbang  24 jam pertama setelah lahir
    4. Klasifikasi BBLR  berdasarkan umur kehamilan
      1. Bayi prematur / kurang bulan (usia kehamilan < 37 minggu) sebagian bayi kurang bulan belum siap hidup di luar kandungan dan mendapaatkan kesulitan bernafas, menghisap, melawaninfeksi dan menjaga tubuhnya tetap hangat.
      2. Baayi cukup bulan (usian kehamilan 38-42 minggu)
      3. Bayi lebih bulan (usia kehamilan > 42 minggu)
    5. Klasifikasi BBLR  berdasarkan berat badan
      1. Bayi berat badan lahir amat sangat rendah/ ekstrim rendah (bayi lahir rendah < 1000 gram)
      2. Bayi berat badan lahir sangat rendah  (bayi lahir rendah < 1500 gram)
      3. Bayi berat badan lahir cukup rendah  (bayi lahir rendah  1500- 2500 gram)
    6. Klasifikasi berdasarkan berat badan dan usia kehamilan
      1. Bayi kecil untuk masa kehamilan (KMK)/ small for gestasional age (SGA). Bayi lahir dengan keterlambatan pertumbuhan intrauterine dengan BB terletak dibawah presentil ke 10 dalam grafik pertumbuhan intrauterine.
      2. Bayi kecil sesuai masa kehamilan (SMK)/ appropriate for gestasional age (AGA). Bayi lahir yang sesuai dengan berat badan sesuaiuntuk masa kehamilan yaitu terletak diantara presentil ke 10 dalam grafik pertumbuhan intrauterine
      3. Bayi kecil masa kehamilan / large for gestasional age (LGA). Bayi lahir sesuai dengan berat badan lebih besar untuk masa kehamilan yaitu terletak diantara presentril ke 10-90 dalam grafik pertumbuhan intrauterine

 

 

  1. Faktor-faktor yang berhubungan denga BBLR
    1. Umur ibu < 20 tahun atau > 35 tahun
    2. Jarak kehamilan < 1 minggu
    3. Paritas > 4
    4. Ibu dengan keadaan

1)      Mempunyai BBLR sebelumnya

2)      Melakukan pekerjaan fisik beberapa jam tampa istrirahat

3)      Sangat miskin

4)      Perkawinan tidak sah

5)      Kurang gizi

6)      Perokok, pengguna obat terlarang dan alkohol

  1. Ibu hamil dengan :

1)      Anemia berat

2)      Pre-eklampsia atau hipertensi

3)      Insfeksi selama kehamilan

4)      Kehamilan ganda

5)      Pendarahan anterpartum

6)      Trauma fisik dan psikologi

7)      KPD

 

  1. Bayi lahir :

1)      Cacat bawaan

2)      Insfeksi selama dalam kandungan

  1. Bayi kecil masa kehamilan (KMK) / dismaturitas

Dismaturitas adalah bayi yang tidak tumbuh dengan baik di dalam kandungan selama kehamilan.

  1. Tiga kelompok bayi KMK

1)      KMK lebih bulan (NLB-KMK)

2)      KMK cukup bulan (NCB-KMK)

3)      KMK kurang bulan (NKB-KMK)

  1. Bayi KMK cukup bulan kebanyakan mampu bernapas dan menghisap dengan baik
  2. Masalah-masalah BBLR
    1. Asfiksia
    2. Gangguan napas
    3. Hipotermi
    4. Masalah pemberian ASI
    5. Insfeksi
    6. Ikterus
    7. Maasalah pendarahan
    8. Penatalaksanan
      1. Mempertahankan suhu tubuh bayi dengann cara

1)      Membungkus bayi dengan selimut yang hangat

2)      Menidurkan bayi pada inkubator buatan

3)      menjaga  suhu lingkungan (ada sinar matahari dikamar, jendela, pintu bisa ditutup, badan bayi harus kering)

  1. Menganjurkan ibu menjaga kebersihan untuk mencegah infeksi dan perawatan bayi sehari-hari
  2. Observasi keadaan umum bayi selama 3 hari apabila tidak ada perubahan mungkin menurun makaa rujuk ke RS
  3. 80 % pasangan suami istri mengalami gangguan kesuburan
  4. Tingkat kesuburan tergolong menjadi 2 yaitu :
    1. Fertilitas
  1. Tingkat Kesuburan

Suatu kemampuan istri untuk hamil dan melahirkan anaak hidup oleh suami yang mampu menghamilinya

  1. Infertilitas

Suatu keadaan pasangan suami istri yang ingin punya anak tetapi tidak bisa mewujudkan keinginannya tersebut karena adanya masalah kesehatan reproduksi baik pada suami/ istri.

  1. Peran bidan terhadap tingkat kesuburan
    1. Fertilitas : KB
    2. Infertilitas

1)      melakukan rujukan sehingga pasangan mendapatkan penangan yang tepat

2)      konsling variasi hubungan seksual, cara menghitung masa subur, makanan yang dapat meningkatkan kesuburan

  1.  PERTOLONGAN PERSALINAN OLEH TENAGA NON KESEHATAN

            Pertolongan persalianan non kesehatan sering kali dilakukan oleh seseorang yang disebut dukun beranak/dukun bayi, dukun bersalin atau peraji.

 

  1. Etiologi
    1. kebiasan/ perilaku/ adat istiadat yang tidak menunjang
    2. sarana kesehatan
    3. keadaan sosial ekonomi yang belum memadai
    4. tingkat pendidikan yang rendah
    5. status dalam masyarakat terhadap penyuluhan dan pertugas kesehatan rendah.
    6. Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap penyuluhan dan pertugas kesehatan masih rendah

 

  1. Penatalaksanaan :
    1. Diadakan program BDD (bidan did desa) untuk menurunkan AKI (angka kematian ibu)
    2. Menjalin hubungan kemitraan
  1. PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (PMS)

            Penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual atau infeksi atau penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual yang dapat menyerang alat kelamin dengan atau tanpa genjala dapat muncul dan meyerang mata, mulut, saluran pencernaan, hati, otak serta organ tubuh lainnya misalnya  HIV/ AIDS.

 

  1. Genjala PMS
    1. Perubahan warna kulit di sekitar kemaluan
    2. Gatal pada alat kelamin
    3. Sakit daerag pinggul (wanita)
    4. Faktor peningkatan kejadian PMS
      1. Alat kontrasepsi : timbul perasaan aman tidak kehamilan
      2. Free Sex (seks bebas) norma,moral yang menurun
      3. Kurangnya pemahaman seksual dan PMS
      4. Transportasi yang lancar, mobilitas tinggi
      5. Urbanisasi dan pengangguran
      6. Kemiskinan
      7. Pengetahuan
      8. Pelacuran
    5. Cara penularan dan bahaya PMS
      1. Hubungan seksual (95%) dan caralain melalui transfusi darah, jarum suntik dan plansenta
      2. Sumber penulan utama adalah WTS (80%)

a)      Bahaya / akibat PMS

1)      Menimbulkan rasa sakit

2)      Infertilitas

3)      Abortus

4)      Kanker serviks

5)      Merusak penglihatan, hati dan otak

6)      Menular pada bayi

7)      Rentan terhadap HIV/AIDS

8)      Tidak dapat disembuhkan

9)      Kematian

b)      Tipe PMS yang umum terjadi :

1)      Gonorrhea

2)      Clamidia

3)      Hepes genetalis

4)      Syphilis

5)      Hepatitis B

6)      HIV/ AIDS

7)      Thrikomoniasis

8)      Condiloma akuminata

9)      Ulkus mole

10)  Candidiasis vaginalis

  1. Peran bidan dalam pencegahan dan penanggulangan PMS
    1. Bidan sebagai role mode
    2. Memberikan konsling pada masyarakat terutama remaja dan pasutri tentang kesehatan reproduksi
    3. Memberi konsling pada masyarakat konsling pada masyarakat tentang penyebab dan akibat PMS
    4. Bekerjasama dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam pelaksaan penyuluhan pada masyarakat
    5. Mewaspadai gejala-gejala dan mendeteksi dini adanya PMS
    6. Pencegah PMS
      1. Apabila belum menikah jangan melakukan hubungan seksual
      2. Apabila sudah menikah jaga kesetian dengan pasangan
      3. Hindari hubungan seksual yang tidak aman dan beresiko
      4. Gunakan kondom untuk mencegah penularan
      5. Jaga kebersihan alat genetalia
  1. PERILAKU DAN SOSIAL BUDAYA YANG BERPENGARUH PADA PELAYANAN KEBIDANAN KOMUNITAS
  • HAMIL :
  1. Perilaku sosial pada kehamilan

1)      upacara- upacara yang dilakukan untuk mengupayakan keselamatan bagi janin dalam prosesnya hingga lahir

2)      mengidam

3)      larangan masuk hutan

4)      pantangan keluar magrib

5)      pantangan mengunting rambut

6)      pantangan nazar

  1. peran bidan terhadap perilaku selama hamil

1)      KIE tentang menjaga kehamilan: ANC, gizi ibu hamil, batasi aktivitas fisik, hindari pantangan makan

2)      KIE tentang segala sesuatu yang sudah diatur Tuhan Yang Maha Esa

3)      Pendekatan kepada tokohmasyarakat untuk mengubah tradisi yang negative atau berpengaruh buruk terhadap kehamilan

  • PERSALINAN
  1. Perilaku sosial budaya selama kehamilan

1)      Bayi laki-laki adalah penerus keluarga yang akan membawa nama baik

2)      Bayi perempuan adalah penghasil keturunan

3)      Memasukan minyak ke dalam vagina supaya persalinan lancar

4)      Melahirkan ditempat terpencil hanya dengan dukun

5)      Minum akar rumput fatimah

  1. Peran bidan di komunitas selama persalianan

1)      Memberikan pendidikan pada penolong persalinan, tempat, proses persalinan, perawatan selama pasca persalinan

2)      Memberikan pendidikan mengenai kebersihan baik tempat dan peralatan

3)      Bekerjasama dengan penolong persalinan(dukun) dan tenaga kesehatan setempat.

  • NIFAS DAN BAYI BARU LAHIR
  1. Perilaku sosial budaya mempengaruhi masa nifas dan bayi baru lahir :

1)      Pantangan makan pedas, asin, ikan

2)      Tidak boleh makan terong

3)      Minum jamu dapat melancarkan asi

4)      Upacara adat

5)      Menaruh ramuan pada tali puasat

6)      Khitan yang dilakukan pada bayi laki-laki dan prempuan

  1. Peran bidan dikomunitas terhadap perilaku masa-masa nifas dan bayi baruuu lahir.

1)      KIE perilaku positif dan negatif

2)      Memberikan penyuluhan tentang pantangan bayi baru lahir yang benar dan tepat

3)      Memberikan penyuluhan pentingnya pemenuhan gizi selama masa pasca persalinan, bayi dan balita.

KESIMPULAN

Permasalahan kebidanan di komunitas yang sering d ketemui adalah : Unsafe abortion, BBLR, Tingkat kesuburan, Pertolongan persalinan oleh tenaga non kesehatan, PMAS, Prilaku dan sosial budaya yang berpengaruh pada pelayanan kebidanan komunitas, dll.

  1. Definisi menurut WHO, 1998: presedur melakukam terminasi  (pegertian) kehamilan yang tidak diinginkan (unwanted pregnancy) oleh tenaga kurang terampil (medis/non medis) alat tidak memenuhi syarat kesehatan dan lingkungan tidak memenuhi.

ü  Ciri-ciri unsafe abortion

  1. Dilakukan oleh tenaga medis / non medis
  2. Kurangnya pengetahuan baik pelaku ataupun tenaga pelaksana
  3. Kurangnya fasilitas dan sarana
  4. Status illegal

ü  Dampak unsafe abortion

  1. Dampak sosial : biaya lebih banyak , dilakukan secara sembunyi-sembunyi
  2. Dampak kesehatan : aburtus tidak lengkap (incomplete abortio) yang bisa menyebabkan nyeri pelvis sampai pendarahan terus menerus. Sepsi yaitu infeksi yang eksistensif sampai seluruh tubuh
  3. Dampak psiokogis : trauma
  4. BBLR ( Berat Badan Lahir Rendah)

ü  Dalam BATASAN BBLR

1.Bayi lahir rendah deengan berat lahir < 2500 gram tanpa memandang masa kehamilan

2.Berat lahir adalah berat lahir yang ditimbang dalam 1 jam setelah lahir

3.Untuk keperluaan bidan di desa berat lahir ditimbang  24 jam pertama setelah lahir

ü  Faktor-faktor yang berhubungan denga BBLR

a.   Umur ibu < 20 tahun atau > 35 tahun

b.   Jarak kehamilan < 1 minggu

c.   Paritas > 4

d.   Ibu dengan keadaan

1)         Mempunyai BBLR sebelumnya

2)         Melakukan pekerjaan fisik beberapa jam tampa istrirahat

3)         Sangat miskin

4)         Perkawinan tidak sah

5)         Kurang gizi

6)         Perokok, pengguna obat terlarang dan alkohol

e.   Ibu hamil dengan :

1)    Anemia berat

2)    Pre-eklampsia atau hipertensi

3)    Insfeksi selama kehamilan

4)    Kehamilan ganda

5)    Pendarahan anterpartum

6)    Trauma fisik dan psikologi

7)    KPD

f.    Bayi lahir :

1)    Cacat bawaan

2)    Insfeksi selama dalam kandungan

 

  1. Tingkat Kesuburan

            80 % pasangan suami istri mengalami gangguan kesuburan, Tingkat kesuburan tergolong  menjadi 2 yaitu :

a. Fertilitas

Suatu kemampuan istri untuk hamil dan melahirkan anaak hidup oleh suami yang mampu menghamilinya

b.Infertilitas

Suatu keadaan pasangan suami istri yang ingin punya anak tetapi tidak bisa mewujudkan keinginannya tersebut karena adanya masalah kesehatan reproduksi baik pada suami/ istri.

 

  1. PERTOLONGAN PERSALINAN OLEH TENAGA

       Pertolongan persalianan non kesehatan sering kali dilakukan oleh seseorang yang disebut dukun beranak/dukun bayi, dukun bersalin atau peraji

  1. PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (PMS)

            Penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual atau infeksi atau penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual yang dapat menyerang alat kelamin dengan atau tanpa genjala dapat muncul dan meyerang mata, mulut, saluran pencernaan, hati, otak serta organ tubuh lainnya misalnya  HIV/ AIDS.

ü  Cara penularan dan bahaya PMS

a.Hubungan seksual (95%) dan caralain melalui transfusi darah, jarum suntik dan

   plansenta

b.Sumber penulan utama adalah WTS (80%)

ü  Bahaya / akibat PMS

1)   Menimbulkan rasa sakit

2)   Infertilitas

3)   Abortus

4)   Kanker serviks

5)   Merusak penglihatan, hati dan otak

6)   Menular pada bayi

7)   Rentan terhadap HIV/AIDS

8)   Tidak dapat disembuhkan

9)   Kematian

ü  Tipe PMS yang umum terjadi :

1)   Gonorrhea

2)   Clamidia

3)   Hepes genetalis

4)   Syphilis

5)   Hepatitis B

6)   HIV/ AIDS

7)   Thrikomoniasis

8)   Condiloma akuminata

9)   Ulkus mole

10) Candidiasis vaginalis

EVALUASI

  1. Berikan dan jelaskan contoh permasalah di kebidanan komunitas ?
  2. Apa yang dimaksud dengan Unsafe abortion dan dampak yang terjadi ?
  3. Sebutkan klasifikasi BBLR ?
  4. Apa yang mempengaruhi dampak kesuburan ?
  5. Apa penyebab timbulnya pertolongan persalinan oleh tenaga non kesehatan ?
  6. Sebutkan cara penularan PMS ?
  7. Sebutkan prilaku sosial budaya masyarakat pada saat hamil ?
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s